apakah kampus kita hancur?

 


sebenarnya... mahasiswa itu pada kritis semua tapi tidak berani mengutarakan pendapatnya kepada dosen karena takut berpengaruh pada nilai, nanti DITANDAI TAMBAHAN lagi kalau dosen itu yang akhirnya akan jadi dosen pembimbing, bisa DIPERSULIT. akhirnya mahasiswa memilih DIAM meskipun TAHU yang dilakukan dosen itu tidak selalu benar. 


Memang, fenomena tersebut cukup umum terjadi di beberapa lingkungan akademik. Mahasiswa seringkali merasa terhambat untuk mengutarakan pendapat mereka kepada dosen karena takut akan konsekuensi yang bisa mempengaruhi nilai atau hubungan dengan dosen tersebut di masa depan, terutama jika dosen tersebut akan menjadi pembimbing mereka. Hal ini dapat menyebabkan mahasiswa memilih untuk diam, meskipun mereka tahu bahwa apa yang dilakukan oleh dosen tidak selalu benar


hal Ini adalah tantangan yang nyata dalam lingkungan akademik di mana mahasiswa seringkali merasa tertekan antara keinginan untuk mengutarakan pendapat mereka dan kekhawatiran akan konsekuensinya. Menciptakan lingkungan yang mendukung bagi mahasiswa untuk berbagi pendapat mereka tanpa takut akan reprisal merupakan langkah penting untuk meningkatkan partisipasi dan pengembangan akademik mereka.


Untuk mengatasi masalah ini, penting bagi institusi pendidikan untuk menciptakan lingkungan yang mendukung bagi mahasiswa untuk mengutarakan pendapat mereka tanpa takut akan konsekuensinya. Hal ini dapat dilakukan melalui:


Pelatihan dan bimbingan kepada dosen tentang pentingnya mendukung kebebasan akademik dan menghargai berbagai sudut pandang.


Membuat kebijakan yang jelas dan transparan tentang penilaian akademik, termasuk perlindungan bagi mahasiswa yang berani menyuarakan pendapat mereka.

Membangun kultur dialog dan diskusi terbuka di kelas, di mana mahasiswa merasa nyaman untuk berbagi pendapat mereka.

Memberikan sumber daya dan dukungan bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan akademik atau konflik dengan dosen.

Mendorong pembimbingan yang inklusif dan kolaboratif antara dosen dan mahasiswa, di mana dialog terbuka dan saling pengertian diutamakan.


Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan mahasiswa akan merasa lebih percaya diri untuk mengutarakan pendapat mereka tanpa takut akan konsekuensinya, sehingga mendorong pertumbuhan akademik dan intelektual yang lebih baik.


apa yang kamu lakukan?


Mencari dukungan dari rekan mahasiswa atau kelompok diskusi untuk berbagi pengalaman dan menyuarakan pendapat secara kolektif. Berbicara dengan penasihat akademik atau petugas yang bertanggung jawab atas masalah akademik untuk mencari solusi atau bantuan.


Menggunakan platform atau forum anonim untuk menyampaikan pendapat atau keprihatinan tanpa takut akan identifikasi.

Mengambil langkah-langkah hati-hati dan mempertimbangkan risiko serta manfaat dari menyuarakan pendapat kepada dosen.

Jika memungkinkan, mencari advokasi atau bantuan dari organisasi mahasiswa atau lembaga yang berkomitmen untuk mendukung hak-hak mahasiswa.


kemewahan telakhir mahasiswa adalah idealisme  ~tan malaka


kamu milih idealisme atau realistis?


pantau terus kojahan pergerakan 


salam mahasiswa!!!!!! 

                                                 

0 Comments